Suasana khidmat terasa di Masjid Jami’ Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan pada kajian rutin kitab kuning yang kembali diikuti oleh pimpinan dan staf Fakultas Agama Islam (FAI) UNIVA Medan. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Jami’ UNIVA, Jalan Sisingamangaraja No. 10 Km. 5,5 Medan ini menjadi bagian dari tradisi ilmiah kampus dalam memperkuat pemahaman keislaman berbasis turats (kitab klasik).
Pada kajian kali ini, para peserta mendalami Kitab Al-Fiqh al-Manhaji ‘Ala Madzhab al-Imam asy-Syafi’i yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. H. Muhammad Nasir Akram, Lc., M.A. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan berbagai konsep penting dalam fiqih, khususnya keterkaitan antara fiqih dan akidah dalam kehidupan seorang Muslim.
Menurut beliau, fiqih tidak hanya berbicara tentang hukum-hukum ibadah dan muamalah, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan akidah. Akidah menjadi fondasi keimanan yang melandasi setiap praktik ibadah, sementara fiqih menjadi panduan praktis bagi umat Islam dalam menjalankan syariat secara benar sesuai dengan mazhab yang diikuti.
Kajian ini diikuti dengan penuh antusias oleh Dekan Fakultas Agama Islam UNIVA Medan Dr. H. Muhammad Tohir Ritonga, Lc., M.A. beserta para dosen seperti Ka.Prodi Magister PAI Dr. Khairuddin Lubis, M.Pd., M.A. dan staf. Kehadiran para akademisi dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen FAI UNIVA Medan dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus memperkuat integrasi antara ilmu akademik dan pemahaman keagamaan.
Selain membahas hubungan antara fiqih dan akidah, kajian juga menyinggung berbagai persoalan fiqih praktis yang sering dihadapi masyarakat sehari-hari. Hal ini menjadikan kajian kitab kuning tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga relevan dengan kehidupan umat.
Kegiatan kajian kitab kuning di Masjid Jami’ UNIVA Medan sendiri telah menjadi agenda rutin yang terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan spiritualitas dan intelektualitas civitas akademika. Melalui kegiatan ini diharapkan para dosen dan staf tidak hanya berkembang dalam bidang akademik, tetapi juga semakin mendalam dalam memahami khazanah keilmuan Islam klasik.
Dengan semangat keilmuan tersebut, FAI UNIVA Medan terus berupaya menjaga tradisi belajar kitab kuning sebagai warisan ulama yang menjadi sumber rujukan penting dalam memahami ajaran Islam secara komprehensif.


