PKU FAI UNIVA Medan Kunjungi Pusat Thoriqot Naqsyabandiyah Khalidiyah Besilam Langkat

fai.univamedan.ac.id_Pendidikan Kader Ulama (PKU) Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Sumatera Utara, bersama Ketua Asrama Ustadz Mukmin, S. Pd. I, didampingi Dekan Fakultas Agama Islam Dr. H. Muhammad Tohir Ritonga, Lc., MA serta Kaprodi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Dr. Khairuddin Lubis, M. Pd., MA, melakukan kunjungan sekaligus ziarah ke pusat Thoriqot Naqsyabandiyah Khalidiyah di Besilam, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Rabu siang, 16 September 2026 bertepatan dengan 05 Rabiul Akhir 1448 H.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka memperoleh penjelasan dan wawasan mengenai perkembangan serta ajaran Thoriqot Naqsyabandiyah di Sumatera Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Tuan Guru Mursyid Thoriqot Naqsyabandiyah Khalidiyah, Syekh Dr. H. Zikmal Fuad, yang merupakan silsilah ke-13 dari Syekh Abdul Wahab Rokan, menyampaikan sejumlah penjelasan mengenai sejarah dan perjalanan thoriqot. Beliau menerangkan bahwa pada masa awal perkembangannya, para tokoh yang kemudian mendirikan thoriqot juga pernah menimba ilmu di Besilam.

Dalam taujihatnya, Syekh Zikmal Fuad menjelaskan bahwa Tuan Guru memiliki sepuluh orang murid. Salah seorang di antaranya adalah Syekh Sulaiman Zuhdi yang kemudian dipercaya untuk meneruskan perjuangan Tuan Guru dan mendirikan Thoriqoh Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah Jabal Qubais.

Menurut penjelasan yang disampaikan, inti dari Thoriqoh Naqsyabandiyah sebagaimana diterangkan Syekh Sulaiman Zuhdi adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak ada tujuan lain selain mendekatkan diri kepada Tuhan. Syekh Sulaiman Zuhdi kemudian memiliki murid bernama Syekh Abdul Wahab Rokan Annaqsabandiyah Al-Kholidiyah.

Lebih lanjut, Mursyid menjelaskan bahwa para pengamal tarekat melaksanakan berbagai bentuk zikir dengan senantiasa menjaga kebersihan niat dan mengarahkannya semata-mata karena Allah SWT.

Dalam pertemuan tersebut, Thoriqot Naqsyabandiyah Kholidiyah yang dipimpin Tuan Guru Mursyid Zikmal Fuad juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan pertanyaan. Hal ini menjadi perhatian karena dalam sebagian pemahaman yang berkembang terdapat anggapan bahwa seorang murid tidak diperbolehkan banyak bertanya karena dianggap kurang sesuai dengan adab kepada guru. Namun, Tuan Guru tetap membuka ruang dialog bagi para hadirin.

Beliau juga menjelaskan bahwa dalam Thoriqot Naqsyabandiyah Kholidiyah yang dipimpinnya tidak diberlakukan bai’at dalam bentuk tersebut. Menurutnya, hal yang lebih utama bagi seorang murid adalah menjaga dan menerapkan adab suluk. Adab tersebut tidak hanya dijalankan ketika seseorang sedang melaksanakan suluk, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari setelah selesai menjalani suluk.

Selain itu, Mursyid mengingatkan agar pelaksanaan zikir-zikir tarekat dilakukan di tempat yang tertutup. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari munculnya prasangka atau penilaian yang kurang tepat dari masyarakat awam yang menyaksikan. Terlebih lagi, seorang yang mengamalkan tarekat hendaknya menunjukkan perilaku dan akhlak yang sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam thoriqoh.

Berbagai pesan dan nasihat disampaikan Tuan Guru Mursyid Zikmal Fuad dengan penuh kelembutan, ketenangan, dan tetap mengedepankan adab dalam penyampaian.

Menutup rangkaian pertemuan, beliau memimpin doa bersama agar seluruh peserta memperoleh keberkahan, keikhlasan, serta kemudahan dalam menjalani proses menuntut ilmu. (rilis/sir)

PKU FAI UNIVA Medan Kunjungi Pusat Thoriqot Naqsyabandiyah Khalidiyah Besilam Langkat Read More »

KEGIATAN